Perilaku Manusia

Fakta-unik-tentang-perilaku-manusia-yang-beragam

Pada tulisan kali ini, penulis hanya akan menjelaskan sekilas tentang perilaku manusia. Sebenarnya apa yang mendasari seseorang untuk berperilaku?? Mungkin banyak yang bingung kenapa si A sangat menjengkelkan di suatu waktu tetapi sangat menyenangkan di waktu yang lain. Apakah faktor mood ataukah faktor yang lain. Sebelum penulis membahas lebih jauh, alangkah baiknya untuk mengetahui definisi tentang perilaku.

Perilaku adalah tindakan atau aktivitas dari manusia itu sendiri yang mempunyai bentangan yang sangat luas antara lain : berjalan, berbicara, menangis, tertawa, bekerja, kuliah, menulis, membaca, dan sebagainya. Dari uraian ini dapat disimpulkan bahwa yang dimaksud perilaku manusia adalah semua kegiatan atau aktivitas manusia, baik yang diamati langsung, maupun yang tidak dapat diamati oleh pihak luar (Notoatmodjo, 2003 : 114). Sedangkan menurut KBBI, perilaku didefinisikan sebagai tanggapan atau reaksi individu terhadap rangsangan atau lingkungan. Jadi, perilaku sendiri adalah tindakan atau aktivitas dari manusia itu sendiri dalam merespon rangsangan baik dari dalam maupun dari luar.

Lalu, setelah mengetahui definisi perilaku, muncul pertanyaan lain, apa penyebabnya?? Secara singkat, penulis akan menjelaskan 3 aspek penting sebagai penyebab seseorang berperilaku, yaitu pengalaman masa lalu, diri sendiri dan lingkungan. Teorinya seperti apa?? Cari sendiri yaa… (ha..ha..ha).

Dari penjelasan singkat diatas mulai kelihatan kan kenapa kok dia begini atau dia begitu?

Setelah penulis belajar dari kampus atau dari keseharian, penulis menyimpulkan kenapa seseorang berperilaku. Alasannya karena adanya reward dan punishment. Jangan tanya itu teorinya siapa, karena penulis lupa siapa penemu teori tersebut. (kalau tidak salah, Teorinya Skinner ha..ha..ha..). Kok bisa? Begini penjelasannya, setiap manusia pasti ingin hal-hal yang positif kan? ex. santai, banyak duit, liburan, have fun, religius, dll. Tidak ada seorang pun yang mau memperoleh hal negatif. “Loh?!! Saya mau kok menderita asalkan si dia bahagia.” Benarkah?? Penulis simpulkan dengan melakukan perbuatan itu, yang menderita menderita tadi itu memperoleh kepuasan batin, hal ini yang penulis maksudkan sebagai hal positif, sehingga yang menderita tadi itu berbuat seperti itu.

Gampangnya seperti ini:

Reward > Punishment -> take it

Reward < Punishment -> leave it

Simple as that.

Sewaktu berhadapan dengan suatu pilihan yang memaksa seseorang memilih, secara tidak sadar otak akan memproses setiap informasi yang diperoleh dengan kecepatan super cepat, lebih cepat dari jet tempur. Lalu, apa yang diproses di otak? Informasi yang didapat tadi diproses dengan membandingkan dengan pengalaman yang pernah didapat, lingkungan dan diri sendiri. Paham??

Hmm.. Apalagi ya yang perlu ditulis?? Mungkin sekian dulu, semoga tulisan ini bermanfaat untuk menjelaskan fenomena yang terjadi di sekitar dan menjadi masukan bagi mereka di bidang apapun, karena semua bidang tidak terlepas dari perilaku manusia, baik bisnis, pemasaran, kehidupan, dsb.

Tulisan ini mungkin kelihatan sedikit melenceng dengan tema blog ini, tetapi masih berhubungan, juga sebagai mood booster buat penulis untuk menghidupkan blog ini lagi..

Thx.

~ by Darwin Bintoro on June 10, 2016.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: