Indonesia Raya 3 bait

Tahukah pembaca sekalian bahwa lagu Indonesia Raya yang biasa dinyanyikan ketika upacara bendera ternyata hanya 1 bait…???

Penulis yakin kebanyakan dari pembaca semua tidak sadar bahwa lagu kebangsaan kita ternyata ada 3 bait dan entah mengapa dan sejak kapan kedua bait sisanya tidak dinyanyikan. Padahal lagu tersebut mencerminkan harapan dari pahlawan yang terdahulu untuk Negeri ini.

Tidak bisa dipungkiri bahwa ada 3 simbol yang melambangkan jati diri Negara ini, yaitu Garuda Pancasila-Bhinneka Tunggal Ika, bendera merah putih dan lagu “Indonesia Raya”. Tetapi pada kenyataannya Negara ini masih tidak bisa mewujudkan harapan dari para pendahulu, seakan ketiga simbol tersebut diinjak-injak oleh kepentingan pribadi. Bayangkan saja, untuk beribadah di kampung halamannya sendiri saja merasa kesulitan.

Ketika jaman semakin maju dan teknologi semakin canggih, setiap hari peringatan kemerdekaan, bukan lagu kebangsaan yang dinyanyikan, melainkan lagu pop yang populer dinyanyikan oleh grup band tertentu dan seakan lagu itu sudah mendarah daging untuk dinyanyikan ketika hari proklamasi tiba. Memang liriknya bagus, tetapi apa yang menjadi harapan dari para pendahulu seakan hilang begitu saja ditelan jaman.

Sebagai catatan, làgu “Indonesia Raya” diciptakan oleh Wage Rudolf Supratman dan diperdengarkan pertama kali pada Kongres Pemuda 28 Oktober 1928 dengan menggunakan biola. Lagu kebangsaan “Indonesia Raya” “yang asli” dirilis Koran Sin Po edisi November 1928 dan diaransemen ulang oleh Jos Cleber yang notabene berkebangsaan Belanda pada tahun 1950 atas pertimbangan Presiden Soekarno, dan dinyanyikan hingga sekarang.

Berikut ini tiga bait lagu “Indonesia Raya” versi 1950 yang kemudian menjadi acuan PP nomer 44 tahun 1958 :

Bait I
Indonesia tanah airku,
Tanah tumpah darahku,
Disanalah aku berdiri,
Jadi pandu ibuku.

Indonesia kebangsaanku,
Bangsa dan tanah airku,
Marilah kita berseru,
Indonesia bersatu.

Hiduplah tanahku,
Hiduplah ne’griku,
Bangsaku, Rakyatku, semuanya,
Bangunlah jiwanya,
Bangunlah badannya,
Untuk Indonesia Raya.

Bait II
Indonesia, tanah yang mulia,
Tanah kita yang kaya,
Di sanalah aku berdiri,
Untuk s’lama-lamanya.

Indonesia, tanah pusaka,
P’saka kita semuanya,
Marilah kita mendoa,
Indonesia bahagia.

Suburlah tanahnya,
Suburlah jiwanya,
Bangsanya, Rakyatnya, semuanya,
Sadarlah hatinya,
Sadarlah budinya,
Untuk Indonesia Raya.

Bait III
Indonesia, tanah yang suci,
Tanah kita yang sakti,
Di sanalah aku berdiri,
N’jaga ibu sejati.

Indonesia, tanah berseri,
Tanah yang aku sayangi,
Marilah kita berjanji,
Indonesia abadi.

S’lamatlah rakyatnya,
S’lamatlah putranya,
Pulaunya, lautnya, semuanya,
Majulah Neg’rinya,
Majulah pandunya,
Untuk Indonesia Raya.

Reff :
Indonesia Raya,
Merdeka, merdeka,
Tanahku, Neg’riku yang kucinta!
Indonesia Raya,
Merdeka, merdeka,
Hiduplah Indonesia Raya.

Melalui lagu ini, pendiri bangsa mempunyai harapan terhadap bangsa ini untuk bersatu dan menghargai perbedaan, suku, agama,ras, adat istiadat. Apabila lirik lagu ini sudah menjadi satu dengan jiwa dan raga, niscaya bangsa ini tidak akan terpecah dan tega untuk menelantarkan bangsanya sendiri seperti Timor Leste yang lepas dan memisahkan diri. Melalui lagu ini pula, marilah kita bersama membangun Indonesia yang kaya akan keaneka ragaman dan memanfaatkan sebaik-baiknya sehingga Indonesia mampu mandiri tanpa harus mengandalkan Negara tetangga untuk memenuhi sandang pangan. Karena melalui lagu inilah, dimana 68 tahun yang lalu mengobarkan semangat para pejuang dan menggetarkan Belanda dan Jepang untuk pergi dari Negara yang kita cintai.

Majulah Indonesia!!!
Dirgahayu Republik Indonesia ke-68
MERDEKA…!!!

(Disadur dari berbagai sumber)

~ by Darwin Bintoro on August 18, 2013.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: