Lucunya Negeri Indonesia

Ketika saya mendapat link video ‘Andai aku Gayus Tambunan’, saya unduh link tersebut dan mendengarkan video lagu tersebut. Liriknya menarik dan fenomena yang ditunjukkan di video tersebut yang membuat saya tertawa sekaligus sedih dalam hati. Kenapa..??? Karena saya melihat betapa lucu dan miskinnya negeri ini. Negeri yang kita tempati ini, yang merupakan negara dengan suku dan perbedaan kulit terbanyak (menurut saya sih), terinjak-injak dan rusak karena moral bangsa yang begitu bobrok-nya sehingga hukum di negara hanya milik mereka yang memiliki uang.

Cerita yang sama juga terjadi ketika saya melihat film garapan anak bangsa yang berjudul ‘Lucunya Negeri Ini’ (kalau tidak salah ingat :p). Pada film itu dikisahkan seorang financial consultant yang berkeliling menawarkan satu konsep keuangan agar ke depannya, mereka tidak perlu lagi bekerja keras untuk memperoleh uang. Tetapi, kemanapun pemuda ini berkeliling menawarkan konsepnya selalu ditolak, dan akhirnya yang menerima konsepnya adalah satu kelompok maling atau pencuri. Kelompok tersebut dikepalai oleh seorang bos yang hanya lulusan SD, sedangkan anak buahnya tidak pernah mengecap bangku sekolah. Intinya dari film tersebut, orang yang mencari uang secara halal dipersulit.

Sebenarnya dari 2 hal di atas menceritakan keburukan negeri ini yang bisa dikatakan memasuki tahap akut. Saya tidak terlalu paham, mengapa hal itu bisa terjadi. Hukum hanya milik mereka yang memiliki uang, sampai-sampai ada gurauan tentang kepanjangan KUHP (Kasih(beri) Uang Habis Perkara).

Jika ditelaah lebih lanjut, ternyata memang benar bahwa hukum di Indonesia ini milik mereka yang memiliki uang. Sebagai contoh, pencuri ayam yang tertangkap, dipidana kurungan 7 tahun. Sedangkan para koruptor pemerintahan, kasusnya banyak yang dipeti eskan. Kenapa…??? Karena sogokkannya tidak ada, makanya dipenjara selama 7 tahun. Apa yang membuat negara ini masuk 10 besar negara dengan tingkat korupsi paling tinggi..??? Karena moral di Indonesia sudah sangat parah sehingga merugikan orang lain merupakan hal yang sangat biasa. Justru orang yang mencari nafkah dengan berjualan di pinggir jalan, digusur dengan kasar tanpa ada solusi, tetapi akar masalahnya malahan dibiarkan duduk dengan tenangnya di kursi pemerintahan tanpa ada suatu evaluasi yang jelas apakah mereka bersih atau tidak.

Mungkin pada jaman sekarang, korupsi sudah mulai berkurang karena hukum yang agak ketat. Tetapi yang banyak terjadi adalah ‘laten korupsi'(mungkin seperti ini tulisannya). Maksudnya seperti apa…??? Apakah pembaca pernah menganggap bahwa 17.05 sama dengan 17.07..??? Kalau iya, berarti pembaca sudah/pernah melakukan laten korupsi. Hati-hati…!!!

Kenapa saya katakan hati-hati..??? Karena bahaya laten korupsi ini efeknya bukan jangka pendek, melainkan jangka panjang yang ketika efeknya terasa, tidak akan sempat berpikir bahwa itu penyebabnya adalah laten korupsi. Mungkin sedikit membingungkan apa yang saya maksudkan ini, untuk memperjelasnya, akan saya beri contoh dengan perhitungan matematis.

Jika si A bekerja pada satu instansi dengan penghasilan 2,5 juta rupiah, dengan asumsi ada 25 hari kerja. Berarti si A memperoleh penghasilan 100 ribu per hari selama 8 jam. Idealnya orang bekerja adalah setiap menitnya bahkan setiap detik haruslah menghasilkan sesuatu yang worthed bagi instansi itu. Jika setiap harinya si A mengurangi waktu kerjanya 10 menit (bukan angka yang besar toh?), berarti selama 48 hari, si A telah membuang waktu kerja sebanyak 1 hari, dalam setahun berarti telah membuang waktu sebanyak 6 hari kerja alias 1 minggu. Memang tidak kelihatan besar, tetapi itu artinya instansi tersebut dipaksa untuk bekerja lebih keras karena kehilangan 1 minggu kerja tadi. Jika dibiarkan, akan mengalami kerugian yang berdampak pada omzet. Omzet berdampak pada penghasilan, ujung-ujungnya si A kalau tidak menyadarinya akan menyalahkan instansi tempat dia bekerja.

Kasus yang lain yaitu yang terjadi baru-baru ini. Pemerintah berencana menutup RIM karena konten porno yang dapat diakses secara bebas dan dipaksa untuk membangun server di Indonesia, dengan alasan untuk mengantisipasi tindak korupsi dan teroris, juga agar pelecehan seksual di negara ini berkurang. Apakah mungkin hal itu terwujud…??? Padahal di negara Skandinavia dan Eropa, walaupun konten porno dapat diakses secara bebas, tetapi tingkat kriminalitas tentang pelecehan seksual paling rendah di dunia. Sebenarnya apa yang diinginkan pemerintah dengan memaksa RIM seperti itu..??? Menurut saya, apabila dibangun server di Indonesia, maka pajak akan dibayar oleh RIM sebagai pemasukan negara dan tenaga kerja dari Indonesia digunakan sehingga menekan jumlah pengangguran.

Yang lucu dari kasus RIM ini adalah menggunakan alasan undang-undang negara agar mematuhinya selaku perusahaan asing. Tetapi apakah mereka yang duduk di kursi pemerintahan tidak menghiraukan dasar negara kita yaitu Pancasila, terutama sila 1 yang berbunyi, ‘KeTuhanan Yang Maha Esa’..?? Sehingga hukum yang dibuat akhir-akhir ini berdasar pada sebagian agama mayoritas…??!! Sangat lucu bukan…???

Lalu solusinya bagaimana…??? Menurut saya, bukan dengan memberikan punishment bagi pelanggar dan menganggap masalah akan selesai begitu saja, melainkan dengan memperbaiki akar permasalahan yang ada yaitu moral(menurut saya). Bagaimana cara memperbaiki moral bangsa kita..??? Salah satunya dengan memperbaiki kualitas pendidikan yang ada dan mempermudah mereka yang tidak mampu mendulang biaya pendidikan. Ketika saya menulis blog ini, saya membaca satu berita yang sangat lucu lagi. Dalam berita itu disebutkan bahwa pasangan suami istri yang membikin kampus gratis ternyata dijebloskan ke penjara. Bukankah sangat lucu ketika ada yang mempermudah biaya pendidikan di negara ini malah dijebloskan ke penjara..???
Untuk lebih jelasnya, silahkan membaca sendiri artikel ini…
http://m.kompas.com/news/read/data/2011.01.18.14264936

Nah.. Bagaimana tanggapan pembaca…???

Posted with WordPress for BlackBerry.

~ by Darwin Bintoro on January 21, 2011.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: