Some people tell lies. Others live them.

Some people tell lies. Others live them. Sebenarnya ketika saya membaca tweet ini, saya sedikit bingung (sampai saya menulis ini kayaknya). Penyebabnya bukan siapa yang men-tweet, tetapi lebih kepada artinya. Kalau menurut pengertian saya, artinya adalah beberapa orang mengatakan kebohongan, yang lainnya percaya dan menjalani kebohongan itu seperti layaknya suatu kebenaran.

Kalau dipikir lebih lanjut, apakah mungkin seseorang melakukan itu serta merta layaknya tidak terjadi apa-apa..?? Kok agaknya susah ya…??? Atau saya yang salah mengartikan…??? Itu yang saya pikirkan sekarang. Seandainya memang benar demikian, kenapa orang tersebut tidak mau berpikir lebih dalam dari sebuah pernyataan yang belum ketahuan apakah itu sebuah kebohongan atau kebenaran. Apa yang salah…??? Tingkat pendidikan yang dimiliki orang itu ataukah budaya instant-isme yang dimiliki masyarakat sekarang sehingga hanya menerima mentah-mentah suatu informasi tanpa diolah lebih lanjut…???

Sebagai contoh, jika si A berkata kepada si B kalau dirinya mendapatkan musibah yang membuat dirinya tidak fokus dalam bekerja, apakah mungkin si B percaya begitu saja kepada si A..??? Seandainya demikian pun, berarti si B tidak mampu berpikir secara logika dan tidak mencari kebenaran dari pernyataan si A. Seeing is believing, itu yang saya pelajari di perkuliahan saya.

Ataukah arti dari pernyataan judul di atas itu seperti ini, beberapa orang mengatakan kebohongan dan yang lainnya hidup dalam kebohongan…??? Kalau seperti pernyataan yang kedua yang dimaksud, berarti selama ini semua orang hidup dalam kebohongan yang dibuat sendiri dan hidup dengan mengenakan topeng yang dimaksudkan untuk menyembunyikan jati dirinya karena takut orang lain mengetahui privasinya dan memang sudah selayaknya semua orang memiliki sisi kehidupan yang tidak semua orang lain boleh mengetahuinya.

Sebenarnya kemampuan bahasa inggris saya pas-pasan dan sedang dalam tahap memperdalam, tetapi dengan sebuah pernyataan saja dapat membuat saya bingung setengah mati sehingga memutuskan untuk menulis blog ini. Saya kagum dengan bahasa inggris karena arti dari satu pernyataan saja dapat berarti banyak, tergantung dari yang mengartikan. Ataukah saya yang salah dalam mengartikan…??? Pertanyaan saya, pernyataan mana yang benar dari dua pernyataan di atas…??? Ataukah ada pernyataan lain yang lebih benar…??? Mohon bantuan dari pembaca sekalian…
({})–̶̶•-̶̶•̸Ϟ•̸Ţћǟπƙ γǿΰ•̸Ϟ•̸-̶̶•-̶̶:*

~ by Darwin Bintoro on January 19, 2011.

4 Responses to “Some people tell lies. Others live them.”

  1. Hehehe…..nice post! Makin hari makin tajam postingnya!
    Uniknya kebohongan yang luar biasa adalah bahwa yang melakukan kebohongan sendiri menganggap kebohongan itu benar

    • ({})–̶̶•-̶̶•̸Ϟ•̸Ţћǟπƙ γǿΰ•̸Ϟ•̸-̶̶•-̶̶:*
      Kan pembelajaran itu terus menerus pak…
      Buat 1 perubahan kecil setiap harinya, maka perubahan besar akan terjadi…
      ╭(′▽`)╯ĦεĦε:DĦεĦε╭(′▽`)╯
      Kembali ke topik semula…
      Kalau sampai yang melakukan kebohongan menganggap kebohongan itu benar berarti orang tersebut hati nuraninya sudah beku sehingga tidak dapat mem-filter itu… Karena kebohongan yang paling sulit adalah membohongi diri sendiri…

      Tapi, dari pengalaman saya yang baru 23 tahun hidup di dunia (masih sebentar sekali kayaknya :D), apabila orang tersebut dapat membohongi dirinya sendiri untuk ke arah yang lebih baik dan menganggap kebohongan positif (positive lies) itu sebagai kenyataan, maka orang tersebut dapat dipastikan mampu menggunakan pikiran bawah sadarnya. Jika dapat menggunakan pikiran bawah sadarnya 10% saja, maka orang tersebut dapat dipastikan lebih jenius dari Einstein yang menurut sumber-sumber yang ada, menggunakan pikiran bawah sadarnya hanya 5%…
      ♣:‧♓єнє♓єнє:‧♣.¨=)) …‧::‧

      • Yup, disitulah prinsip relativitas membawa kita ke dua catatan:
        1. kebohongan sebenarnya adalah sebuah kenyataan yang belum terwujud
        2. ketika kebohongan dengan sedemikian rupa menjadi sebuah kenyataan, maka itu bukan lagi kebohonga; itu adalah kreativitas

      • Setuju banget (y)…
        Disini prinsip relativitas berlaku…
        Apa yang terjadi itu semua relatif…
        Satu kebohongan bisa dianggap benar dan baik oleh seseorang, tetapi kebohongan itu bisa dianggap yang sebaliknya oleh orang lainnya…
        Semua itu kembali lagi pada value yang dimiliki masing-masing orang.🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: